Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Kamis, 11 April 2013

pap smear


PAP SMEAR TEST


Pap smear merupakan suatu metode pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop (Mardiana, 2004).
Pap smear berguna sebagai pemeriksaan penyaringan (skrening) dan pelacak adanya perubahan sel ke arah keganasan dini sehingga kelainan pra kanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih mudah dan murah (Dalimarta, 2004).
Menurut Tim Penanggulangan Kanker Terpadu Pari Purna , RSUD DR Soetomo/ FK UNAIR TAHUN 2000 menyatakan bahwa Pemeriksaan Pap Smear test merupakan suatu test yang aman dan murah yang telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan- kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.


Terjadinya kanker serviks ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang abnormal, tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker. Pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel abnormal tersebut dapat dideteksi dengan “Pap Smear test” sehingga semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi. Semakin rendah risiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Pemeriksaan Pap Smear test dapat dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah atau laboratorium swasta, dengan harga yang cukup terjangkau. Bila hasil Pap Smear Test ternyata positif, maka harus dilanjutkan dengan pemeriksaan biopsy terarah dan patologi. Pap Smear sudah dapat menemukan kanker leher rahim, walaupun masih ada tingkat pra kanker (stadium dini), sehingga bisa memberikan harapan kesembuhan 100%. Sebaliknya bagi penderita yang datang terlambat, harapan hidupnya sulit diramalkan (Karen Evennett: 2003)

Tujuan Pap Smear
1.  Menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi kanker termasuk  infeksi HPV . (Ramli, dkk: 2000).
2. Untuk mendeteksi adanya pra-kanker, ini sangat penting ditemukan sebelum seseorang menderita kanker. (Hariyono.W, 2008).
3.  Mendeteksi kelainan – kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.
4. Mendeteksi adanya kelainan praganas atau keganasan servik uteri (Tim PKTP, RSUD Dr. Soetomo / FK UNAIR, 2000).



Alat-alat yang diperlukan untuk pengambilan pap smear test yaitu :
1) Formulir konsultasi sitologi.
2) Spatula ayre yang dimodifikasi dan cytobrush.
3) Kaca benda yang pada satu sisinya telah diberikan tanda/label.
4) Spekulum cocor bebek (gravels) kering.
5) Tabung berisikan larutan fiksasi alcohol 95 %. (Arif Mansjoer, 2000).



Cara pemeriksaan pap smear yaitu
1.     Dilakukan dengan cara memasukkan alat (spekulum) ke dalam vagina pasien.
2.    Kemudian sampel sel leher rahim (serviks) di ambil dengan menggunakan spatula kayu dan cerviks brush.
3.    Setelah itu sampel sel tersebut  di oleskan secara merata ke lembaran kaca obyek.
4.    Kemudian kaca obyek tersebut dicelupkan ke dalam larutan alkohol 95% kurang lebih 30 menit dan dikeringkan.
5.    Sediaan tersebut akan di periksa di laboratorium untuk di analisis oleh dokter patologi anatomi hasilnya biasanya kurang lebih 1 minggu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan Pap Smear
Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan Pap Smear yaitu perubahan sel – sel abnormal pada mulut rahim yang akhirnya dapat terjadi kanker serviks antara lain :
1. Konseling pra pap smear yang tepat:
2. Cara pengambilan kesediaan
3. Petugas kesehatan (dokter/ bidan)
.4.  Labolatorium
 5.  Petugas laboratorium
Smear berguna untuk mendeteksi secara dini kanker mulut rahim (karsinoma serviks). Kanker mulut rahim yang ditemukan pada stadium dini atau masih terbatas di daerah mulut rahim, relatif lebih mudah pengobatannya dan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk sembuh, dibanding dengan kanker mulut rahim stadium lanjut.
Diantara beberapa manfaat pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut:
1.      Pemeriksaan skrining adanya perubahan sel ke arah keganasan secara dini sehingga kelainan prakanker dapat terdeteksi serta pengobatannya menjadi lebih murah dan mudah
2.     Menentukan proses peradangan akibat infeksi kuman, jamur, parasit maupun virus
3.     Mengetahui adanya sel kanker leher rahim
4.     Interprestasi kondisi hormonal wanita

DAFTAR RUJUKAN

0 komentar:

Poskan Komentar